Sejarah Terbentuk dan Berkembangnya “Persekutuan Mahasiswa Kristen” Politeknik Negeri Kupang
Sejarah Terbentuk dan Berkembangnya“Persekutuan Mahasiswa Kristen” Politeknik Negeri Kupang
Oleh: Jeksi Siokain
Sebagaimana organisasi lain yang terbentuk karena dimulai dari sebuah perkumpulan kecil dengan satu tujuan yang sama, yang kemudian tujuan itu mampu mengikat perbedaan-perbedaan setiap orang untuk berusaha bersama mencapai tujuan itu. Tak berbeda pula dengan perjalanan salah satu Organisasi Mahasiswa yang dibentuk Tuhan Yesus Kristus di Politeknik Negeri Kupang (PNK) yakni “Persekutuan Mahasiswa Kristen”
Sejak tahun 1985 hingga tahun 2003, di mana PNK masih dikenal dengan
Politeknik Undana, persekutuan mahasiswa di PNK adalah perkumpulan yang dikoordinir langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) bidang Kerohanian dan bidang Kesejahteraan Mahasiswa, artinya bahwa perskutuan mahasiswa Kristen di PNK sudah ada sejak PNK berdiri atau sejak adanya Senat Mahasiswa (istilah lain dari BEM), walaupun sayangnya persekutuan waktu itu mungkin dapat disebut ‘persekutuan musiman’, pasalnya persekutuan ini hanya akan berjalan pada masa-masa penerimaan mahasiswa baru saja yakni kisaran bulan Agustus – Oktober.
Oleh karena persekutuan ini masih di bawah naungan BEM dan HMJ maka Prsekutuan mahasiswa waktu itu belum dikenal atau belum diberi nama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) seperti saat ini Merupakan tanggungjawab dan hak BEM waktu itu untuk mengumpulkan mahasiswa baru di setiap hari sabtu dalam menjalankan bimbingan bagi mahasiswa baru yang dikenal dengan istiah masa OSPEK atau MABIM (Masa Bimbingan) yang kini disebut Junior Mentoring (Jurmen). Di setiap sabtu itulah dilakukan beberapa kegiatan termasuk doa bersama berdasarkan agama yakni ada kelompok Mahasiswa Islam, kelompok Mahasiswa Katolik, dan kelompok Mahasiswa Kristen. Setelah bulan oktober selesai maka selesai pula persekutuan tersebut secara otomatis menunggu masa penerimaan mahasiswa baru pada tahun berikutnya lagi. Berdasarkan hasil interviw bersama ketua IMIP periode 2014-2015, Nurul Rahma, IMIP (Ikatan Mahasiswa Islam Politeknik) sudah mulai aktif dengan badan pengurusnya sejak tahun 1998, sedangkan KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) pun sudah terbentuk sebelum tahun 2000.
Pada tahun 2004 munculah beberapa orang yang dibekali Tuhan hati dan perhatian untuk mengubah persekutuan musiman ini menjadi persekutuan yang berkelanjutan, misalnya Dody Thiwelstok Ngale, Anita Josepin Sibarani, dan lain-lain. Tak dapat disangkal, pada zaman itu keaktifan kuliah di Jurusan Elektro tidak sperti sekarang, yang mungkin disebabkan oleh kurangnya tenaga pengajar dan fasilitas praktek mengingat kurikulum PNK berbasis Vokasi dan penyebab lainnya, sehingga mahasiswa/i yang punya hati ini mensiasati begitu banyak waktu luang itu dengan melakukan ibadah setiap hari jum’at pukul 12.00 wita di salah satu kelas di jurusan Elektro (sekarang gedung Elektro lama) Persekutuan ini mulai bertunas dari satu kelas itu di bawah lindungan HMJ Elektro dan dikoordinir oleh ketua tingkat sekaligus menjabat sebagai ketua HMJ Elektro yakni Anita Josepin Sibarani, dan yang terlibat aktif dalam persekutuan ini hanyalah mahasiswa sekelas
Pada tahun 2004 itu pula persekutuan ini mulai berkembang, anggotanya tidak lagi hanya mahasiswa sekelas tapi juga mahasiswa dari kelas lain baik mahasiswa seangkatan maupun mahasiswa senior, bahkan bukan saja mahasiswa Kristen tapi juga mahasiswa Katolik di jurusan Elektro, ada yang bergabung karena merasa terpanggil, ada pula yang bergabung karena dipanggil.
Ibadah setiap Jum’at tersebut tidak hanya mendapat respon baik dari mahasiswa, Persekutuan ini juga mendapat sambutan baik dari pihak dosen Jurusan Elektro misalnnya Pak Kristian Mauko, ST., M. Eng (kepala ICT PNK), ada pula beberapa dosen dari jurusan Teknik Sipil. Seiring perkembangan, para dosen tersebut sering menjadi pembicara dalam ibadah Jum’at, selain dosen, diberikan juga kesempatan bagi pembicara dari luar misalnya Perkantas, Fakultas Peternakan Undana, FST Undana, dan lainnya. Proses ini berlanjut hingga tahun 2005.
Tahun 2005 adalah tahun di mana Persekutuan ini mulai berkembang pesat, persekutuan ini mulai diberi nama“Persekutuan Mahasiswa Kristen Elektro”, anggotanya mulai bertambah bahkan bukan saja dari jurusan elektro tapi juga dari jurusan lain, secara kuantitas jemaat yang mengikuti ibadah sudah mencapai 20-30 orang
Para pengurus HMJ Elektro mulai merumuskan berbagai kegiatan di tahun 2005, pelaksanaan kegiatan-kegiatan PMK Elektro ini dipimpin oleh salah satu orang yang dinilai aktif dalam PMK yakni saudara Dody Thiwelstok Ngale sebagai Ketua Koordinator Lapangan (Korlap). Kegiatan yang dilakukan di tahun 2005 tersebut meliputi Kunjugan Industri di PLTD (pelayanan berbasis keilmuan/latar belakang pendidikan), Kunjungan ke Panti Asuhan Syalom Belo, Kunjungan ke Penjara anak, Natal PMK, Bible Camp di Camplong, dan beberapa kegiatan kecil lainnya.
Melihat perkembangan yang cukup pesat pada tahun 2005 tersebut terutama secara kuantitas, maka saudara Dody yang dikenal sebagai mahasiswa cerdas dan pembuat robot (dan kawan-kawan jurusan Elektro mewakili PNK sebagai peserta kontes robot yang disambut baik oleh Naional) ini bersama rekan-rekannya meminta ruangan yang lebih baik untuk pelaksanaan ibadah raya Jum’at, bapak Johan A. Lada, ST., MT selaku Pudir Tiga PNK ketika itu memberikan keleluasaan bagi PMK untuk memanfaatkan Aula Utama PNK (pernah mengalami perubahan nama menjadi Aula Sipil, dan kini disebut Aula Pariwisata) sebagai tempat ibadah PMK (hingga kini). Oleh karena perkembangan keanggotaan yang sangat pesat pada tahun 2005 pula maka nama PMK Elektro dirubah menjadi “Persekutuan Mahasiswa Kristen Politeknik Negeri Kupang” yang kini disebut PMK PNK atau yang dikenal oleh umum PMK Poltek
Pada tahun 2006, dilakukanlah pemilihan Korlap yang baru, yang kemudian disebut Ketua PMK dan yang terpilih adalah saudara Kris Temaluru, kegiatan yang dilakukan serupa dengan yang dilakukan pada tahun sebelumnya
Pada tahun 2007 di bawah kepemimpinan saudara Lesly Fina dari Jurusan Administrasi Bisnis menggatikan Kris Temaluru, keaktifan PMK mulai memburuk, ditandai dengan menurunnya semangat anggota untuk beribadah dan melayani bahkan beberapa kali ibadah raya Jumat dibatalkan karena jumlah jemaat yang tidak mendukung. Kegiatan yang dilakukan pun hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya mulai dari Ibadah penyambutan mahasiswa baru, Bible camp di Binoni Amarasi Timur hingga pada natal yang dilakukan bersama-sama dengan kelompok mahasiswa Katolik PNK
Klimaks dari masa terburuk PMK terjadi pada sepanjang tahun 2008, salah satu faktor penyebab adalah sangat kurangnya keaktifan ketua PMK yang baru yakni saudara Rudy. Namun Tuhan tidak pernah membiarkan persekutuan-Nya hancur. Walaupun sempat hampir fakum, namun masih ada anak-anak Tuhan yang siap melayani Tuhan dan terus menghidupkan PMK seperti saudara Aty Ratu Djawa, Yelfin Temaluru, Yanti, dan beberapa rekan mereka. Situasi buruk di tahun 2008 itu tidak menghalangi mereka untuk melayani, walaupun kadang-kadang namun ibadah Jum’at tetap berjalan, ibadah penyambutan mahasiswa baru, Bible Camp di Jemaat Nazaret Riumata Nekbaun Amarasi Barat sampai pada Natal PMK 2008
Tahun 2009, Feliks Bana dari jurusan Administrasi Bisnis dipilih untuk memimpin PMK, ketua PMK asal Timor ini dibantu oleh Wakil Ketua, Jony Bunga, Sekretaris, Nunce Alfredos Sleky, Alfia Lebo sebagai Bendahara pertama, dan Sinta Radja sebagai bendahara kedua serta rekan-rekan mereka yang lainnya, mereka tidak sendiri karena mereka selalu dan terus didampingi oleh beberapa mentor yang luar biasa hingga kini seperti bapak Mel Atok, S.Th yang selalu menekankan soal pertobatan dan hidup baru, bapak Fiktor Manikafola yang menekankan pada Penjangkauan Jiwa yang hilang dan belum faham tentang Kristus dan bapak Adi Kemang yang selalu menekankan pada relasi, komunikasi, dan koordinasi, para senior pun tidak melepas diri karena bagi mereka pelayanan adalah makanan pokok dan kepercayaan megah yang diberikan Tuhan kepada mereka. Pada tahun 2009 tersebut Tuhan benar-benar memberi hikmat dalam pelayanan PMK sehingga eksistensi Pelayanan PMK sangat terlihat dan berdampak, pada tahun itu banyak jiwa yang terpanggil dan diubahkan, tidak dapat dikatakan sedikit mahasiswa yang terintimidasi dengan miras, merokok, dan berbagai-bagai kejahatan mulai berbalik dan bergabung dalam pelayanan melalui PMK. Kesatuan dan persatuan dalam kasih Kristus benar – benar teraplikasikan dalam dan melalui PMK ketika itu.
Dengan hikmat dan tuntunan Tuhan banyak hal dilakukan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, PMK mampu bekerjasama dengan persekutuan lain yakni Persekutuan Doa GMIT untuk melakukan kegiataan KPI dengan pembicara dari luar negeri, kegiatan ini di lakukan pada bulan Juni 2009 di Gedung Olah Raga Flobamora. Setelah itu, pada bulan yang sama KPI tersebut dilakukan juga di PNK tepatnya di lapangan depan gedung Jurusan Teknik Sipil (kini jurusan Pariwisata) atau depan gedung Auditoium, dengan para tamu artis seperti Rony Sianturi, Nindia Eliss, dan Elo.
Kesungguhan persiapan kegiatan KPI inilah yang melahirkan sebuah dasar pelayanan yang hingga kini menjadi prinsip dan dasar pelayanan PMK yang terdapat pada Kolose 3: 23 “Apapun Juga yang Kamu Perbuat, Perbuatlah dengan Segenap Hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk Manusia”, secara singkat cereitanya seperti berikut : pada waktu itu menjelang kegiatan KPI, seperti biasa sebelum kegiatan dimulai beberapa hari sebelum penting untuk dilakukan pemberesan dan sharing yang diharapkan menjadi pegangan dalam melakukan pelayanan, ketika itu k’ Fiktor Manikafola dipercayakan untuk mensharingkan firman Tuhan, namun karena keterlambatan maka mereka memulai acara itu dengan penyembahan, setelah penyembahan, mereka mendengar suara yang keluar dengan nada penuh kesungguhan dari Bendahara satu PMK yang juga ada dalam kelompok doa itu yakni k’ Alfia Lebo (kini menjadi pegawai di salah satu dinas di Pemkab. Alor), “teman-teman, sejak awal kita berdoa tadi, hanya satu kalimat saja yang ada di benak saya dan terus meminta agar saya dapat menyampaikan bahwa lakukanlah pelayanan ini dan apapun yang kita lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia”, mari kita melihatnya dalam Kolose 3: 23”
Bible Camp pada tahun itu terlaksana di Jemaat Imauel Oelbubuk Timor Tengah Selatan, setelah Bible Camp dilakukan, mereka merasa bahwa ada hal lain yang perlu dilakukan secara rutin yakni doa singkat bersama setiap hari, maka dicetuslah Doa Siang yang berjalan hingga kini. Setelah itu dilakukan Natal, kali ini natal tidak hanya dilakukan oleh dan untuk mahasiswa Kristen PNK, karena melihat perkembangan PMK yang cukup pesat maka PMK diminta Direktur untuk melakukan Natal PNK yakni natal yang melibatkan semua unsur Kampus, mulai dari Dosen, Pegawai, Mahasiswa, dan Pejabat PNK. Tidak hanya itu, sebelum natal bersama itu dilakukan, PMK telah lebih dahulu melakukan Natal jaringan di Taman Budaya Kupang yakni natal bersama semua PMK dan mahasiswa Kristen dari seluruh Kampus se-Kota Kupang.
Dalam menyongsong hari-hari paskah, PMK melakukan kegiatan peduli Kasih di Panti Asuhan Agape Belo, PMK pun turut andil dalam kegiatan jalan salib dan Pawai Paskah Kota Kupang
Menjelang akhir masa jabatan saudara Feliks dan rekan-rekannya, mereka masih terus diberi hikmat oleh Tuhan, mereka merasa bahwa diperlukan satu hari dalam seminggu yang dikhususkan untuk mensharingkan tentang kasih Tuhan dalam hidup mereka selama seminggu atau sepanjang hidup mereka, akhirnya tercetuslah Share Group setiap akhir pekan yakni pada hari sabtu, awalnya share group ini dilakukan di rumah secara bergantian, itupun dilakukan hanya di beberapa rumah kerena yang bergabung dalam Share group tersebut hanya beberapa orang saja yang memiliki waktu luang, dua bulan kemudian sebelum dipilih dan dikukuhkan pengurus yang baru periode 2010/2011 Share Group ini mengalami perkembangan secara kuantitas dan lingkup isi pembahasan sehingga kegiatan setiap sabtu ini dipertimbangkan dan wajib dilakukan seperti biasa yakni setiap sabtu pagi pukul 09.00 Wita namun bertempat paten yakni di Kampus (biasanya di gedung Jurusan Administrasi Bisnis lantai satu). Kegiatan ini kemudian disebut Ibadah Pergumulan yang terus dilakukan hingga kini.
Pada Tahun 2010. PMK dipimpin oleh saudara Deny Roy, dapat dikatakan pada tahun 2010 kegiatan pelayan tidak berbeda jauh dengan kegiatan-kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya, Bible Camp pada tahun 2010 dilaksanakan di Buraen, Amarasi Selatan. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Lapas Anak, pada tahun itulah dillakukannya pembagian mentor yakni pembagian tugas dan atau tanggungjawab bagi para senior di PMK agar masing-masing mereka membimbing dan melayani 5-15 orang junior (mahasiswa baru) di PMK
Pada April 2011 dilakukanlah pergantian pengurus PMK, badan pengurus yang baru tersebut dipimpin oleh kaka Elsye Patimau dari jurusan Akuntansi, mahasiswa yang dikenal sangat berprestasi dan menjadi wisudawan terbaik pada tahun 2012, kegiatannya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Bible Camp dilakukan di Nunkurus, Naibonat Kupang. Pada Oktober 2011 dilakukan Pelayanan Kasih yang hingga kini disebut sebagai kegiatan Peduli Kasih. Motto PMK pertama kali dimunculkan ketika itu yakni Poltek For Hes Glory atau yang kini dijadikan misi pelayanan PMK yakni “Poltek Untuk Kemuliaan Tuhan” dangan tetap berdasarkan pada Firma-Nya pada Kolose 3:23
Pada tahun 2012, sebagaimana biasanya kepemimpinan dan kepengurusan beralih setiap tahunnya, pada tahun 2012 PMK diketuai oleh Ando Bana dari jurusan teknik Sipil. Putra Timor ini adalah sosok yang tenang dalam mengatur pelayanan organisasi. Kegiatan-kegiatan pelayanan yang bersifat tahunan tetap terjalankan seperti Penyambutan Mahasiswa Baru, Bible Camp yang dilakukan di Jemaat GMIT Kalvari, Desa Boneana, Kupang Barat, dan Natal PMK. Pada tahun itu mulai nampak kemajuan kreatifitas pelayan-pelayan Tuhan ditandai dengan adanya OVP (Opera Van Poltek) yang diselenggarakan dalam acar penyambutan mahasiswa baru dan Natal bersama.
Pada tahun 2013, PMK kembali dipimpin oleh kaum hawa yakni Martha Miramangngi yang dikehendaki Tuhan untuk menuntut ilmu Akuntasi khususnya Akuntansi Sektor Publik. pada masa kepemimpinan wanita yang ramah, sabar, dan tenang asal Sabu itu, kegiatan-kegiatan pelayanan tetap berjalan lancar seperti acara penyambutan mahasiswa baru, Bible Camp di Jemaat GMIT Maranatha Kelurahan Teunbaun, Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, dan Peduli Kasih di Panti Asuhan Shalom Noelbaki. Ketika itu, Natal dengan Konsep Etnik-Medern pertama kali dimunculkan sebagai bentuk perwujudan kreatifitas pelayan Allah.
Tahun 2014, PMK dipimpin oleh seorang wanita yang dikenal tegas dan disiplin asal Sumba Tengah yakni Ardisati Rambu B. Takahi dari jurusan Akuntansi (Sektor Publik). Di samping menjalankan Program pelayanan yang bersifat tahunan, Program Pelayanan terbaru juga dilakukan dengan menekankan pada pelayanan yang bersifat kontekstual seperti acara Ulang Tahun PMK yang dikolaborasikan dengan momen Valentine Day, peduli kasih berupa pembagian sembako kepada mahasiswa yang dipandang masih membutuhkan uluran kasih, Natal Bersama yang bertemakan pembaharuan hidup pemuda masa kini yang telah diobrak-abrik oleh dunia. Bible Camp pada tahun 2014 dilaksanakan di desa Kuanheun, Kupang Barat. Menjelang akhir masa kepengurusan PMK pada april 2015, sebuah pergumulan dan cita-cita besar PMK sejak awal diwujudkan Tuhan yakni PMK dimampukan memiliki Keyboard sendiri yang dapat mendukung kelancaran pelayanan hingga kini.
Pada tahun 2015 muncul generasi baru yang dipimpin oleh Marthen Djawa dari Jurusan Administrasi Bisnis, putra asli Dohawu. Mantan penjala ikan ini dibantu wakilnya, Daniel Pararade, dan rekan-rekan sepelayanan melanjutkan pelayanan dan penjalaan manusia dengan satu misi yang kuat yakni “Poltek Untuk Kemuliaan Tuhan”, bible camp pada masanya dilakukan di jemaat Sonafhonis Oekabiti, bible camp kali ini sangat dikreasi, terdapat berbagai kegiatan termasuk talk show di dalamnya. Setelah itu dilakukan kegiatan Natal dan Tahun baru yang berkonsepkan semi konser, dihadiri lebih dari 600 orang, Natal yang sangat kreatif dan sukses, demikian hasil interview dengan beberapa hadirin. Bagaimana tidak, natal tersebut mengkolaborasikan berbagai kemampuan dan potensi mahasiswa PNK seperti seni musik baik Band, reagge, hip-hop, paduan suara, solois, dll. Seni tari baik modern dance maupun tarian-tarian tradisional, terdapat pula stand-up comedy, puisi, video play, drama, sampai pada quis berhadiah, acara tersebut juga dibantu oleh lebih dari 10 sponsor. --------------------------------------------------------------------------------
Jikalau sudah ada generasi yang diizinkan Tuhan untuk mendirikan, menjalankan, dan memperjuangkan pelayanan. Jika sudah ada generasi baru yang diizinkan Tuhan agar dapat melanjutkan, merubah, mengembangkan, dan memperluas pelayanan Tuhan melalui PMK di PNK ini maka anda adalah generasi terbaru yang bertugas menjalankan pelayanan terhadap Tuhan dengan segala potensi diri, dengan maksimal dan berkualitas. Tuhan akan selalu menyertaimu, dan menyertai setiap langkah hidup kita ke depan. Setiap pelayan Tuhan tidak pernah gagal. Kita selalu menjadi kepala dan selalu di depan bukan ekor dan selalu di belakang.
Mari melayani Tuhan, teladanilah karakter Kristus, kita hebat dan segar dalam hidup yang baru bersama Kristus Yesus, Tuhan Kita. Setiap kita yang hidup di dalamnya pasti berhasil walaupun tidak bebas dari sukar dan kesah. Anda telah dipanggil dan sedang dibaharui Allah.

The Merkur 37C is the right example for Merkur?
BalasHapusMerkur 37C is one of the most popular and 메리트 카지노 쿠폰 trustworthy brand of all time and the 제왕카지노 brand deserves respect youtube mp3 and respect. This Merkur 37C is the Merkur